简体版 繁體版 English
Masuk Daftar

contoh kalimat force of arms

"force of arms" terjemahan bahasa Indonesia  
ContohHandphone
  • The South must assert herself by force of arms.
    Selatan harus menegaskan dirinya dengan kekuatan senjata.
  • Peace was then made by force of arms.
    Perdamaian kemudian dibuat dengan kekuatan senjata.
  • Bertrand de Guesclin was sent to make the duchy submit to the French king by force of arms in 1378.
    Bertrand de Guesclin dikirim untuk membuat wilayah adipati tersebut tunduk kepada Raja Prancis oleh kekuatan pasukannya pada tahun 1378.
  • In 1630, the abbey was returned to the Cistercians by force of arms, with Christoph Schaller von Sennheim becoming abbot.
    Pada tahun 1630, biara tersebut dikembalikan ke biara Cistercians dengan kekerasan senjata, Christoph Schaller von Sennheim ditunjuk menjadi kepala biara.
  • The first lesson was that, through force of arms, a powerful state could challenge the old alliances and spheres of influence established in 1815.
    Pelajaran pertama adalah bahwa melalui kekuatan senjata, suatu negara yang kuat dapat menantang persekutuan dan lingkup pengaruh lama yang ditetapkan pada tahun 1815.
  • Antigonus was, not surprisingly, indignant at these acts and immediately sent out an army to restore the territories covered by the treaty by force of arms.
    Antigonos, tidak mengherankan, marah pada tindakan-tindakan ini dan segera mengirim pasukan untuk mengembalikan wilayah yang dicakup oleh perjanjian itu dengan kekuatan senjata.
  • According to the 1919 King–Crane Commission, "No British officer, consulted by the Commissioners, believed that the Zionist programme could be carried out except by force of arms."
    Menurut Komisi King-Crane 1919, "Tak ada pejabat Inggris, yang dikonsultasikan oleh para Komisioner, yang meyakini bahwa program Zionis dapat dibawakan oleh sepasukan bersenjata."
  • Along with two of his sons, Gyrd and Gnupa, Olof took the realm "by force of arms," and they ruled it together, thus founding the House of Olaf in Denmark.
    Bersama dua putranya, Gyrd dan Gnupa, Olof mengambil alih "kekuatan senjata," dan mereka memerintah bersama-sama, dan kemudian mendirikan Wangsa Olof di Denmark.
  • The king was anxious that Mary should marry his son Charles and thus secure the inheritance of the Low Countries for his heirs, by force of arms if necessary.
    Raja sangat cemas bahwa Marie harus menikah dengan putranya Charles dan dengan demikian menjamin warisan Negara-Negara Dataran Rendah untuk ahli warisnya, dengan kekuatan senjata jika diperlukan.
  • In the First Punic War it was reduced by the Roman fleet under Atilius Calatinus and Scipio Nasica, 254 BC, but by treachery and not by force of arms.
    Pada Perang Punisia Pertama, kota ini ditaklukkan oleh armada Romawi di bawah pimpinan Atilius Calatinus dan Scipio Nasica pada tahun 254 SM melalui persekongkolan bukan melalui pertempuran.
  • Among towns and fortresses that were captured through force of arms, Muhammad bin Qasim performed executions of ahl-i-harb (fighting men) as part of his military strategy, whose surviving dependents were enslaved.
    Di antara kota dan benteng yang direbut dengan kekuatan bersenjata, Muhammad bin Qasim melakukan eksekusi mati ahl-i-harb (pejuang) sebagai bagian dari strategi militernya, sementara yang masih hidup diperbudak.
  • This was followed in January 1913 with the formation of the Ulster Volunteers composed of adult male Unionists to oppose the passage and implementation of the bill by force of arms if necessary.
    Hal ini diikuti pada Januari 1913 dengan dibentuknya Sukarelawan Ulster terdiri dari para Unionis pria dewasa untuk menentang pengesahan dan pelaksanaan RUU tersebut melalui kekuatan senjata jika diperlukan.
  • Relations between the two countries seem to have been friendly at first, as Iberia cooperated in Persian campaigns against Rome, and the Iberian king Amazasp III (260-265) was listed as a high dignitary of the Sasanian realm, not a vassal who had been subdued by force of arms.
    Hubungan antara dua negara ini tampaknya ramah pada awalnya, karena Iberia ikut membantu Sassania dalam kampanyenya melawan Romawi, dan raja Iberia Amazasp III (260-265 M) dinyatakan sebagai petinggi negara Sassania, bukan seorang bawahan yang ditaklukan melalui kekerasan.